Monday, July 25, 2011

Hari Ini, Setahun Kemarin

:DA

Beberapa butir pasir dan jernih air
menciptakan senyum di manis ronamu, di manik matamu
Kita menangkap diorama cahaya sore itu
kemudian menyimpannya dalam bingkai waktu, jingga ungu

Hari ini, setahun kemarin
Dalam perjalanan menyusur panjang ramah pantai
aku ingat bagaimana tanganmu yang gemetar
kau lingkarkan di bahuku
Isyarat yang selalu ku tangkap sebagai lagu tentang rasa rindu,
sebagai peluk hangatmu
sehangat sinar yang berhasil kita peram dalam teduh mata kita
Lalu kurengkuh gemetar tubuhmu diatas geletar ombak
Kau mengangguk
Aku tersenyum kecil
saat angin menerbangkan ingatan, agar pasir mencatat nama kita di dalam desirnya

Sore itu, setahun kemarin
Dalam rembang senja
Dalam panjang luas pantai kita
kita sepakat menamakan perjalanan itu sebagai: Cinta
terimakasih cahayaa

smg, 250711

Monday, July 11, 2011

Insomnia #2

Ia kepayahan saat mencoba menarik
selembar selimut ke lingkar badannya.
Berusaha menutup-nutupi matanya dari serbuan
sinar lampu yang menusuk-nusuk, mengusir kantuk.

Ia menderita insomnia, sebab ia pikir
mimpinya selalu hadir terlalu pagi.
Saat bangun, saat bekerja.
Saat menonton televisi.
Saat dalam perjalanan pulang.
Saat bertemu kekasihnya yang dulu,
yang dia kecewakan dulu.
Dia selalu merasa bermimpi,
dalam setiap bangun pagi.

Ah, seandainya dia tahu kalau seharusnya dia minum kopi
seraya melarutkan mimpi-mimpi dalam gelas bergambar tim sepakbola favoritnya.
"Putarlah ! Aduklah beberapa kali
hingga gelas itu menyala, pertanda kopi dan mimpi telah larut sempurna"
"Lalu reguklah !"
"Sampai kau sadar bahwa saat ini sudah malam hari,
saat kekasihmu itu hanya dapat muncul dalam mimpi !"

kbm, 110711

Saturday, July 9, 2011

Aku Ingin Berjalan 150 Meter ke Utara

:cahayaa

Aku mencintaimu,
dalam beku suara dan pedih mata
dalam pucat pagi dan bisu sepi
dalam gersik rumput dan lindap maut
aku mencintaimu..

Aku merindukanmu,
dari riuh tawa dan sembab mata
dari hangat peluk dan hening ajuk
dari tatap haru dan kecup bibirmu
aku merindukanmu..

Aku sungguh ingin berjalan 150 meter ke utara
menyusuri lorong lama muasal segala cerita kita
namun lorong gelap itu, semakin menggelap saja
dan dari dalam jarak 150 meter itu,
terhisap semua nada, terserap segala bahasa
hingga aku tak lagi mampu mengirim suara, merapal lagi kata:
"Aku mencintaimu,
Aku merindukanmu, cahayaa !
Sungguh !!"

smg, 090711

Friday, July 1, 2011

Relikui

:cahayaa

/I/
Tidak ada yang samar sekarang
hanya ada aku dan kamar
Lalu kau mengintip dari sebalik jendela, yang separuh terbuka
aku bisa tahu, sebab kau membawa cahayaa didalam hitam matamu
kemudian kamarku semakin terang, semakin benderang
Maukah kau masuk ?
Sudikah kau sinari redup kantuk ?
Di kamar kurus kering ini,
aku meramal cuaca sendiri !
Menebak raut muka matahari,
aku namun perlu cahayaa disini !

/II/
Aku musti berterimakasih kepadamu sekarang
kepada cahayaa disudut matamu terang
kamarku kerlip benderang
Karena matahari meninggi, kau musti redup kembali
Demi cahayaa mu yang melangkah pergi,
aku bakal berjanji mengejar itu matahari !

kbm, 010711