bahasa ini disusun, sebagai pengingat bagi kedua kaki tentang peta menuju rumah; bentang pemandangan yang akrab kukenal
Friday, August 7, 2015
Lagu Lelap
Aku mau terbangun dalam tumpukan buku
Dalam halaman-halaman cerita,
di kedalaman huruf dan tanda baca
Supaya saban malam aku mampu berdongeng
Untuk lelaki kecil tampan dan ibundanya,
menjelang lelap tidur mereka
*
Aku mau tidur khidmat dalam sebuah puisi
Di nina bobo kalimat-kalimat ku sendiri
Hingga aku bermimpi, tentang rumah
Tentang cinta, tentang seluruh perasaan bahagia di dalamnya
Dan tentang puisi
Jatuh cintaku yang paling abadi
kbm, 010315
Wednesday, December 3, 2014
Jangan!
Jangan pernah pergi,
tanpa mengucapkan selamat tinggal.
Perjalanan yang kau tempuh nanti,
penuh badai dan api.
Jangan datang kembali,
lalu mengatakan selamat tinggal.
Perjalanan yang telah ku tempuh ini,
benar - benar sepi dan sendiri.
kbm, 140914
tanpa mengucapkan selamat tinggal.
Perjalanan yang kau tempuh nanti,
penuh badai dan api.
Jangan datang kembali,
lalu mengatakan selamat tinggal.
Perjalanan yang telah ku tempuh ini,
benar - benar sepi dan sendiri.
kbm, 140914
Mengapa Engkau
Mengapa engkau berteman dengan jarak?
Sedangkan dia selalu memisahkan cintamu
dengan engkau
Dalam ruang yang remang hampa
Kau mengukur kota, pada peta yang buta
*
Mengapa engkau bermain bersama waktu?
Sedang cinta dan dia sering tak bertemu
dengan engkau
Dalam waktu yang salah kira
Kau menakar asmara, pada cinta yang buta
kbm, 010914
Sedangkan dia selalu memisahkan cintamu
dengan engkau
Dalam ruang yang remang hampa
Kau mengukur kota, pada peta yang buta
*
Mengapa engkau bermain bersama waktu?
Sedang cinta dan dia sering tak bertemu
dengan engkau
Dalam waktu yang salah kira
Kau menakar asmara, pada cinta yang buta
kbm, 010914
Wednesday, November 12, 2014
Pembunuhan Sunyi
("Silent Murder" oleh Story of The Year)
Inilah pembunuhan sunyi
Nisan yang menyanyikan lagu pemakaman mu
Inilah sebuah kegagalan kelam
Satu hal yang menguatkan mu
Kita melaju pada jalanan sepi
Kita berlalu dari jiwa - jiwa yang kosong
Yang terbutakan oleh dingin
Lihat! Sang api terbakar menyala - nyala
Lihat! Tirai perlahan tertutup
Menunggu kalimat terakhir,
Dari huruf - huruf yang telah kau akrabi dalam hati
Kita melaju pada jalanan sepi
Kita berlalu dari jiwa - jiwa yang kosong
Yang terbutakan oleh dingin
kbm, 301014
Inilah pembunuhan sunyi
Nisan yang menyanyikan lagu pemakaman mu
Inilah sebuah kegagalan kelam
Satu hal yang menguatkan mu
Kita melaju pada jalanan sepi
Kita berlalu dari jiwa - jiwa yang kosong
Yang terbutakan oleh dingin
Lihat! Sang api terbakar menyala - nyala
Lihat! Tirai perlahan tertutup
Menunggu kalimat terakhir,
Dari huruf - huruf yang telah kau akrabi dalam hati
Kita melaju pada jalanan sepi
Kita berlalu dari jiwa - jiwa yang kosong
Yang terbutakan oleh dingin
kbm, 301014
Lukamu Abadi
Kau tertawa, tapi seperti merintih,
meringis
Kau tersenyum, tapi seperti tertatih,
menahan sedih
Luka menahun bersemayam, subur di dalam
tubuhmu hampir karam
Dihajar ombak dan batu jalanan. Hitam
Luka adalah kayu bakar, dan
yang menyala adalah api mahabiru
Berkeretak dan berderu
Lalu kau hangus, seperti kenangan dan masa lalu
Kau berjalan, tapi seperti terbakar
Kau berdiri, tapi seperti tenggelam
Kau dirampas. Kau diremas.
Kau dirampas..
kbm, 150914
meringis
Kau tersenyum, tapi seperti tertatih,
menahan sedih
Luka menahun bersemayam, subur di dalam
tubuhmu hampir karam
Dihajar ombak dan batu jalanan. Hitam
Luka adalah kayu bakar, dan
yang menyala adalah api mahabiru
Berkeretak dan berderu
Lalu kau hangus, seperti kenangan dan masa lalu
Kau berjalan, tapi seperti terbakar
Kau berdiri, tapi seperti tenggelam
Kau dirampas. Kau diremas.
Kau dirampas..
kbm, 150914
Aku Telah Kehilangan Waktu
Aku telah kehilangan waktu
detik - detik yang cepat berlalu
Bahkan, aku tak sempat mengubur menit- menit yang mati
atau menarik kafan bagi jasad jam yang menghitam
aku hanya diam
Gunung. Lembah. Padang rumput.
Basah tanah berkabut
Aku mau pergi, diiringi rembang matahari
Namun hari sudah terlanjur pagi
Dan perahu di danau sedang terlelap dalam mimpi
Bermimpi gunung, lembah, padang rumput
Aku dilarung kabut
Aku telah kehilangan waktu
Jam - jam berputar tanpa henti
Hari sudah hampir pagi
aku terlanjur tahu
tidur malam adalah hal yang paling sia - sia
waktu bagiku tinggal sisa - sisa
Aku ingin terpejam di lembah di gunung
Aku mau bermimpi berbaring di padang rumput
kbm, 130514
detik - detik yang cepat berlalu
Bahkan, aku tak sempat mengubur menit- menit yang mati
atau menarik kafan bagi jasad jam yang menghitam
aku hanya diam
Gunung. Lembah. Padang rumput.
Basah tanah berkabut
Aku mau pergi, diiringi rembang matahari
Namun hari sudah terlanjur pagi
Dan perahu di danau sedang terlelap dalam mimpi
Bermimpi gunung, lembah, padang rumput
Aku dilarung kabut
Aku telah kehilangan waktu
Jam - jam berputar tanpa henti
Hari sudah hampir pagi
aku terlanjur tahu
tidur malam adalah hal yang paling sia - sia
waktu bagiku tinggal sisa - sisa
Aku ingin terpejam di lembah di gunung
Aku mau bermimpi berbaring di padang rumput
kbm, 130514
Thursday, June 5, 2014
Bertemu Musim
Aku ingin pergi
bertemu pohon - pohon, dan bercerita tentang musim gugur
Daun - daun meliuk, mengering dan rebah
dalam diam berbaring di tanah
Kemudian tersenyum kepada angin
Aku ingin pergi
bertemu kayu bakar, dan bercerita tentang musim dingin
Ranting kecilnya berkeretak, berasap lalu lesap
dalam abu, asapnya menghambur di corong atap
Kemudian tersenyum kepada butir - butir salju
Aku ingin pergi
bertemu rumput - rumput, dan bercerita tentang musim semi
Kupu - kupu terbang, hinggap erat bersedekap
pada bunga dan taman yang basah dan sembab
Kemudian tersenyum kepada embun
Aku ingin pergi
bertemu pantai, dan bercerita tentang musim panas
Burung - burung camar menggeliat, meliuk lalu meluncur
pada lautan yang tenang, kedalam ombak berdebur
Kemudian tersenyum kepada hangat matahari
kbm, 060514
bertemu pohon - pohon, dan bercerita tentang musim gugur
Daun - daun meliuk, mengering dan rebah
dalam diam berbaring di tanah
Kemudian tersenyum kepada angin
Aku ingin pergi
bertemu kayu bakar, dan bercerita tentang musim dingin
Ranting kecilnya berkeretak, berasap lalu lesap
dalam abu, asapnya menghambur di corong atap
Kemudian tersenyum kepada butir - butir salju
Aku ingin pergi
bertemu rumput - rumput, dan bercerita tentang musim semi
Kupu - kupu terbang, hinggap erat bersedekap
pada bunga dan taman yang basah dan sembab
Kemudian tersenyum kepada embun
Aku ingin pergi
bertemu pantai, dan bercerita tentang musim panas
Burung - burung camar menggeliat, meliuk lalu meluncur
pada lautan yang tenang, kedalam ombak berdebur
Kemudian tersenyum kepada hangat matahari
kbm, 060514
Subscribe to:
Posts (Atom)