Mungkin ini lah saatnya
menebalkan hitam pada sekeliling dinding
ruang kamar
menabur kantuk ke sela-sela tengkuk
serta mengusir segala mimpi buruk
Setiap permulaan akan bertemu akhiran
sepenuhnya berlalu dalam remang redup
untuk kemudian berjumpa terang kembali
Sebuah hari yang lain
kry, 090420
bahasa ini disusun, sebagai pengingat bagi kedua kaki tentang peta menuju rumah; bentang pemandangan yang akrab kukenal
Wednesday, April 8, 2020
Friday, January 10, 2020
Di Kamar
Disini lah kami berhenti
pada kata-kata yang tak dapat memilih dirinya sendiri
pada lindap senyap bunyi yang berakhir pada dentum tik-tok jam dinding
di kamar..
di kamar
Di kamar remang penuh bayang
hijau samar mengerumuni kertas yang berserakan
sebuah catatan,
sebuah tulisan yang selalu tak selesai
pena yang lesu
menumpahkan kalimat-kalimat palsu
di kamar
Kami lah kabilah dari selarik halaman buku
pada sebuah halaman rumah yang tertinggal
meninggalkan jejak yang tercecer pada dentum jam tik-tok
dalam ruangan persegi atau bulat ini
di bentang lanskap sepi
di kamar
Perjalanan kami ini adalah kembara yang tertukar
dari kepongahan seorang perdana menteri yang berjalan terburu-buru
tergopoh-gopoh sambil membawa buncit pada perutnya
titah yang ketul tumpul
membawa kami kepada arah yang sangat asing
daratan yang tak terlacak lagi oleh kompas - kompas kami
yang telah lama tandas dalam lambung kuda dan unta kami sendiri
di semak-semak belukar
di kamar
Kami buka lagi beberapa larik catatan yang terserak
Di meja ini akhirnya tersisa sebatang kunci
untuk melunasi kekurangan ilmu yang kami punya
sebuah menara kesedihan telah dikosongkan oleh para prajurit penjaga malam
yang bergegas menodongkan laras senapan nya
saat pintu meja itu akan kami buka
"Minggirlah!"
"Menyingkirlah, hai pengubah sejarah!"
teriakan nya yang seperti gumam
di meja di depan pintu di menara
di kamar
Keterasingan pada sebuah catatan yang lain
menghentikan langkah kami selanjutnya
Lindap senyap kotak persegi mengurung tubuh yang memberat
Parade-parade kalimat mondar-mandir saja dijantung kami
dentum
derap
di kamar yang serba gelap
Penjara penuh tikus tanah yang sibuk mencuri jari-jari kaki waktu
bergerombol bercericit riuh dalam lorong sempit
sebuah pena
Kami tak akan membayangkan lagi terang cahaya
di kamar
Kami menerima semua gulita yang memenuhi mata-mata dan telinga kami
di kamar
di kamar
di kamar
sejarah telah terukir dan tak akan terulang kembali
kry, 110120
pada kata-kata yang tak dapat memilih dirinya sendiri
pada lindap senyap bunyi yang berakhir pada dentum tik-tok jam dinding
di kamar..
di kamar
Di kamar remang penuh bayang
hijau samar mengerumuni kertas yang berserakan
sebuah catatan,
sebuah tulisan yang selalu tak selesai
pena yang lesu
menumpahkan kalimat-kalimat palsu
di kamar
Kami lah kabilah dari selarik halaman buku
pada sebuah halaman rumah yang tertinggal
meninggalkan jejak yang tercecer pada dentum jam tik-tok
dalam ruangan persegi atau bulat ini
di bentang lanskap sepi
di kamar
Perjalanan kami ini adalah kembara yang tertukar
dari kepongahan seorang perdana menteri yang berjalan terburu-buru
tergopoh-gopoh sambil membawa buncit pada perutnya
titah yang ketul tumpul
membawa kami kepada arah yang sangat asing
daratan yang tak terlacak lagi oleh kompas - kompas kami
yang telah lama tandas dalam lambung kuda dan unta kami sendiri
di semak-semak belukar
di kamar
Kami buka lagi beberapa larik catatan yang terserak
Di meja ini akhirnya tersisa sebatang kunci
untuk melunasi kekurangan ilmu yang kami punya
sebuah menara kesedihan telah dikosongkan oleh para prajurit penjaga malam
yang bergegas menodongkan laras senapan nya
saat pintu meja itu akan kami buka
"Minggirlah!"
"Menyingkirlah, hai pengubah sejarah!"
teriakan nya yang seperti gumam
di meja di depan pintu di menara
di kamar
Keterasingan pada sebuah catatan yang lain
menghentikan langkah kami selanjutnya
Lindap senyap kotak persegi mengurung tubuh yang memberat
Parade-parade kalimat mondar-mandir saja dijantung kami
dentum
derap
di kamar yang serba gelap
Penjara penuh tikus tanah yang sibuk mencuri jari-jari kaki waktu
bergerombol bercericit riuh dalam lorong sempit
sebuah pena
Kami tak akan membayangkan lagi terang cahaya
di kamar
Kami menerima semua gulita yang memenuhi mata-mata dan telinga kami
di kamar
di kamar
di kamar
sejarah telah terukir dan tak akan terulang kembali
kry, 110120
Monday, December 30, 2019
Tuesday, August 13, 2019
Di Sudut
Di sudut
sebuah tempat yang tidak asing
penuh kepulan asap
minim cahaya dan redup
Di sudut
ku sesap sendiri kesendirian
terasa hangat
seperti secangkir kopi
yang mengepul
Di sudut
malam terlanjur dingin
cangkir membeku
jemu
kry, 130819
sebuah tempat yang tidak asing
penuh kepulan asap
minim cahaya dan redup
Di sudut
ku sesap sendiri kesendirian
terasa hangat
seperti secangkir kopi
yang mengepul
Di sudut
malam terlanjur dingin
cangkir membeku
jemu
kry, 130819
Anak Perempuan
:Hasna
Kami selalu membayangkan memiliki seorang
anak perempuan
Seorang gadis cantik bermata manik
yang kami harap namanya bermakna banyak kebaikan
Betapa kami akan menyayangi mu, nak
dengan penuh cinta dan sabar
Bunda mu selalu suka membayangkan
menyisir dan memasang pita pada rambut mu
yang hitam ikal
Seraya memanjatkan doa dan harapan kepada
Tuhan, supaya kelak engkau menjadi
pahlawan bagi kami
ketika kami telah letih dan tua
usia yang sudah beranjak senja
Menangislah nak!
Kami begitu ingin tau bagaimana suara merdu seorang
bayi perempuan
dan supaya malam hari kami tak lagi sepi karena nya
Mari kita tumbuh, nak
dan menjadi terang
yang tak menyilaukan
kry, 140819
Kami selalu membayangkan memiliki seorang
anak perempuan
Seorang gadis cantik bermata manik
yang kami harap namanya bermakna banyak kebaikan
Betapa kami akan menyayangi mu, nak
dengan penuh cinta dan sabar
Bunda mu selalu suka membayangkan
menyisir dan memasang pita pada rambut mu
yang hitam ikal
Seraya memanjatkan doa dan harapan kepada
Tuhan, supaya kelak engkau menjadi
pahlawan bagi kami
ketika kami telah letih dan tua
usia yang sudah beranjak senja
Menangislah nak!
Kami begitu ingin tau bagaimana suara merdu seorang
bayi perempuan
dan supaya malam hari kami tak lagi sepi karena nya
Mari kita tumbuh, nak
dan menjadi terang
yang tak menyilaukan
kry, 140819
Monday, August 5, 2019
Seperti Kertas
Bergalon-galon kafein telah meracuni
tengkukmu kemudian nyeri meruyak
ke sela seluruh kepalamu malam itu
mari sedikit berdamai dengan waktu,
kemudian berjalan kembali ke
sebuah ruang penuh bekas-bekas ingatan
yang telah berlalu
Kepak sayap kertas
kupu-kupu menyerbu malam yang tertidur pulas
Bagaimana lagi dapat kau temukan kantuk
dalam bimbang dan gamang yang meluas?
Dialun ketukan ritmis jam yang berdentang
cemas menyerbu dada mu
Perih. Terhantam debur galaksi
keheningan tak bertepi
Maaf, aku harus menyampaikan padamu
bahwa cinta seperti kertas
yang senantiasa terbakar, membara tanpa sebab yang jelas
Jadi kau sampaikanlah padanya
tentang hati yang legam. Terjerang cinta yang penuh bekas ingatan
serta ratapan
Kry, 030719
tengkukmu kemudian nyeri meruyak
ke sela seluruh kepalamu malam itu
mari sedikit berdamai dengan waktu,
kemudian berjalan kembali ke
sebuah ruang penuh bekas-bekas ingatan
yang telah berlalu
Kepak sayap kertas
kupu-kupu menyerbu malam yang tertidur pulas
Bagaimana lagi dapat kau temukan kantuk
dalam bimbang dan gamang yang meluas?
Dialun ketukan ritmis jam yang berdentang
cemas menyerbu dada mu
Perih. Terhantam debur galaksi
keheningan tak bertepi
Maaf, aku harus menyampaikan padamu
bahwa cinta seperti kertas
yang senantiasa terbakar, membara tanpa sebab yang jelas
Jadi kau sampaikanlah padanya
tentang hati yang legam. Terjerang cinta yang penuh bekas ingatan
serta ratapan
Kry, 030719
Thursday, January 17, 2019
Menemukan Titik
Tak mengapakah bila kita tak jua
menemukan titik di sepanjang cerita?
Padahal koma telah bosan
mondar mandir dari halaman ke halaman
dan ia selalu hampir terjatuh saat
bertemu tanda tanya besar
di ujung kalimat dekat rumahnya
Masih bisakah kau menemaniku berjalan
menyusuri cerita?
Mencari titik hingga habis usia
walaupun, mungkin, aku tak pernah benar-benar tahu
ke arah mana harus berlalu
dan halaman buku selalu suka menipu
dengan huruf-huruf serta alamat yang palsu
Di sela-sela paragraf aku akan selalu menyelipkan
kosakata rindu untukmu
supaya kau bisa selalu menemukan
pintu kayu tempat kita meletakkan janji
kepada bunga-bunga kertas
bahwa kita akan saling berpeluk
serta akan saling menemukan satu sama lain
sebelum titik terakhir terbubuh pada buku ini
kry, 120119
menemukan titik di sepanjang cerita?
Padahal koma telah bosan
mondar mandir dari halaman ke halaman
dan ia selalu hampir terjatuh saat
bertemu tanda tanya besar
di ujung kalimat dekat rumahnya
Masih bisakah kau menemaniku berjalan
menyusuri cerita?
Mencari titik hingga habis usia
walaupun, mungkin, aku tak pernah benar-benar tahu
ke arah mana harus berlalu
dan halaman buku selalu suka menipu
dengan huruf-huruf serta alamat yang palsu
Di sela-sela paragraf aku akan selalu menyelipkan
kosakata rindu untukmu
supaya kau bisa selalu menemukan
pintu kayu tempat kita meletakkan janji
kepada bunga-bunga kertas
bahwa kita akan saling berpeluk
serta akan saling menemukan satu sama lain
sebelum titik terakhir terbubuh pada buku ini
kry, 120119
Subscribe to:
Posts (Atom)