Aku 1.000 kilometer jauhnya dari waktu
masa kecil tidak pernah berlalu
tetapi jadi milikku
Disitu apakah dapat aku melihat hitam?
atau celoteh berisik katak kata-kata
di kolam mimpimu?
Air matamu bukan air sungai yang dulu aku renangi
Ikan dan pepohonan tak lahir
dari sungai. Hanya deru kereta
yang terdengar ramai
Kereta itu, adakah ia mengangkut air mata
sungai dalam deret gerbongnya?
Masih tersisa berapa kilometer kah masa lalu?
Sedang dalam deru sungai, kata-kata melintas
deras
Bagai perahu, dalam mimpi ikan dan pepohonan
Lalu aku berayun-ayun. Bersamamu
Sambil meremas sisa waktu
Sisa air mata masa kecilku
clp, 100316
bahasa ini disusun, sebagai pengingat bagi kedua kaki tentang peta menuju rumah; bentang pemandangan yang akrab kukenal
Saturday, June 18, 2016
Lukisan Perang
Aku mendengar gempar dari dalam lukisan perang
Suara debar derap kuda samar-samar
digambar dengan tinta cokelat
menempel datar pada kanvas, seperti karat.
Suara debar derap kuda samar-samar
digambar dengan tinta cokelat
menempel datar pada kanvas, seperti karat.
Aku tak perlu mencintaimu
ketika lewat sesayat bekas lukamu saja,
telah cukup bagi lidahku untuk merasakan
sepi.
Mencecap suara sunyi. Berat tanpa bunyi
Saat jarimu ikut terlukis di medan perang
kau ikut tempur dengan garis dan lengkung, bukan?
ketika lewat sesayat bekas lukamu saja,
telah cukup bagi lidahku untuk merasakan
sepi.
Mencecap suara sunyi. Berat tanpa bunyi
Saat jarimu ikut terlukis di medan perang
kau ikut tempur dengan garis dan lengkung, bukan?
Bukit yang indah itu penuh darah,
sayang.
Padahal baru sekejap, telapak di kakiku memandang
semburat cahaya warna bulat
sepertinya itu gambar matahari
yang buru-buru ingin pergi
Biar perang cepat berhenti
Aku mencium getir ciut nyali
aroma kekalahan, luruh kelelahan
lalu gemuruh berjatuhan
seperti kesedihan.
Siapa korban? Siapa pahlawan?
Ku sentuh lukisan perang pelan-pelan
lewat mataku
kemudian punggungku terbakar. Rasa kemenangan
Dalam kamarku pemakaman
Ratapan
kbm-clp, 270216
Biru
Ku ceritakan padamu tentang Biru
Tentang Lebam di pelupuk mataku
Bekas menahun seluruh kantuk yang alpa ku eja
Dan begitulah, masa lalu selalu hinggap dalam kamar
Seperti kupu-kupu
Tentang Lebam di pelupuk mataku
Bekas menahun seluruh kantuk yang alpa ku eja
Dan begitulah, masa lalu selalu hinggap dalam kamar
Seperti kupu-kupu
Aku selalu kepingin menyimpan masa lalu dalam setoples
kaca milik ibuku
Namun kupu-kupu tak mau hinggap diam
Seperti masa lalu. Terbang ia.
Terbang berputar-putar. Dalam langit-langit kamar
Dan wajah kanak-kanak ku pun terukir
dalam sayapnya. Terukir samar
kaca milik ibuku
Namun kupu-kupu tak mau hinggap diam
Seperti masa lalu. Terbang ia.
Terbang berputar-putar. Dalam langit-langit kamar
Dan wajah kanak-kanak ku pun terukir
dalam sayapnya. Terukir samar
Kamar ku diam-diam menyembunyikan waktu
Hingga tembok pun mulai nampak hijau temaram
Ditumbuhi lumut, dihinggapi ingatan buram
Kemudian, masa lalu datang lagi
Menjelma kantuk yang tak bertepi
Hingga tembok pun mulai nampak hijau temaram
Ditumbuhi lumut, dihinggapi ingatan buram
Kemudian, masa lalu datang lagi
Menjelma kantuk yang tak bertepi
Kau mengenal Hijau, tak?
clp, 100316
Merah
Ku ceritakan padamu tentang Merah
Bukan berarti aku marah
Namun begitulah, hidup memang tak pernah
mudah. Selalu berubah.
Seperti api
Aku tak pernah membenci api
Kau juga tidak, kan?
Wajahnya menyala. Menyalakan lentera
Serta lampulampu. Serta kayu
Dan ia tak perlu peduli
Dalam hatimu yang terbakar
Hangus hitam
Dia tak hendak perduli
Lukamu yang abadi
Lebam legam
Kau mengenal Hitam, tak?
kbm, 210915
Bukan berarti aku marah
Namun begitulah, hidup memang tak pernah
mudah. Selalu berubah.
Seperti api
Aku tak pernah membenci api
Kau juga tidak, kan?
Wajahnya menyala. Menyalakan lentera
Serta lampulampu. Serta kayu
Dan ia tak perlu peduli
Dalam hatimu yang terbakar
Hangus hitam
Dia tak hendak perduli
Lukamu yang abadi
Lebam legam
Kau mengenal Hitam, tak?
kbm, 210915
Buku Usia
Buku itu, sudahkah selesai kau baca?
Sudahkah terbuka di halaman ke berapa?
Adakah kalimat yang perlu kau hapus,
atau malah ingin kau tulis ulang,
jadi cerita perang,
atau roman abad pertengahan, mungkin?
*
Umur itu, sudahkah penuh kau kembara?
Sudahkah kaki terhenti di arah yang mana?
Adakah sejarah yang perlu kau rubah,
atau masa lalu yang kau mau,
sangat ingin berbenah,
mimpi waktu kecil,
atau pohon teduh tua mata kali, mungkin?
kbm, 200915
Sudahkah terbuka di halaman ke berapa?
Adakah kalimat yang perlu kau hapus,
atau malah ingin kau tulis ulang,
jadi cerita perang,
atau roman abad pertengahan, mungkin?
*
Umur itu, sudahkah penuh kau kembara?
Sudahkah kaki terhenti di arah yang mana?
Adakah sejarah yang perlu kau rubah,
atau masa lalu yang kau mau,
sangat ingin berbenah,
mimpi waktu kecil,
atau pohon teduh tua mata kali, mungkin?
kbm, 200915
Friday, June 17, 2016
Malam Sabtu
Dia pasti remuk di dalam hati
Saban malam musti mencuri
Lagu, uang kertas dan waktu
Dan mendandani malam dengan rok mini,
pensil alis dan gincu
Dia pasti lelah dan mabuk
Saban petang bercanda sama pecandu,
serta kelap kelip lampu
"Tak ada yang terlalu serius di dunia ini,
aku cuma perlu dandan rapi wangi!!"
Gumam pikirnya. Menurutku.
Menurutku.
Kau tak harus sepertimu
Tapi, kau pasti sudah tak ingat aku
Setelah selesai kita bersama diruang itu,
di malam sabtu
kbm, 200915
Saban malam musti mencuri
Lagu, uang kertas dan waktu
Dan mendandani malam dengan rok mini,
pensil alis dan gincu
Dia pasti lelah dan mabuk
Saban petang bercanda sama pecandu,
serta kelap kelip lampu
"Tak ada yang terlalu serius di dunia ini,
aku cuma perlu dandan rapi wangi!!"
Gumam pikirnya. Menurutku.
Menurutku.
Kau tak harus sepertimu
Tapi, kau pasti sudah tak ingat aku
Setelah selesai kita bersama diruang itu,
di malam sabtu
kbm, 200915
Friday, October 2, 2015
Cerita Dari Sahabat
2009
Saya kurang tau tanggal berapa tepatnya
1,2, atau 3juli mas dodo mulai
Merasakan
Mentari pagi di bumi kebumen,
Entah berapa
Senja yg sudah dilaluinya,
Menunggu kapan pmt & belasan recloser kembali normal.
Hanya sebagian Fragmen dari ribuan,
yg saya mulai ikut jadi figuran di dalamnya.
Besok sudah menjadi
Kenangan,
bahwa mas dodo sebagai guru di
Bangku sekolah.
Sekolah teknik rayon kebumen.
Dengan guru teknik berjiwa sastra.
Berbahasa manca.
Berbasis IT.
Yang menceritakan
Narasi tentang luasnya jaringan kebumen.
Mengajarkan
Pelajaran membaca.
Pelajaran mengingat.
Pelajaran majas.
Bahwa losses adalah pleonasme daya listrik,
Manuver adalah Menyuarakan sajak di radio ttg pmt trip.
Pelajaran bermain voli, yg tak pernah berhasil menjadi ahli smas.
Smash yg selalu gagal.
Suatu kali harus
Terlelap pagi sebagai insomnia
Demi sebuah kebersamaan yang bernama PES2009
Bumi langit cahaya,
2010
Berlalu.
2011
Mas dodo,.
Pejalan kaki yang tabah
dan aku tau bahwa kau selalu hilang arah. Sebab itu, aku tak terlalu mampu mencintai alamatmu yang sering saja berubah.
Takut tersesat ke lain hati, seorang pemuda selalu membawa gps dalam setiap perjalanan hidupnya.
2015
Mas dodo
Mungkin sudah menjadi
Kembara atau nelayan.
Dilaut yg tenang atau bergelombang.
Pastinya
Nahkoda yg tangguh tidak lahir di laut yg tenang.
Selamat menempuh paragraf baru,
Di lembar yg baru.
Lanjutan dari dwilogi, trilogi,relikui atau apalah itu.
Kbm, 021015
Terimakasih teman :)
Saya kurang tau tanggal berapa tepatnya
1,2, atau 3juli mas dodo mulai
Merasakan
Mentari pagi di bumi kebumen,
Entah berapa
Senja yg sudah dilaluinya,
Menunggu kapan pmt & belasan recloser kembali normal.
Hanya sebagian Fragmen dari ribuan,
yg saya mulai ikut jadi figuran di dalamnya.
Besok sudah menjadi
Kenangan,
bahwa mas dodo sebagai guru di
Bangku sekolah.
Sekolah teknik rayon kebumen.
Dengan guru teknik berjiwa sastra.
Berbahasa manca.
Berbasis IT.
Yang menceritakan
Narasi tentang luasnya jaringan kebumen.
Mengajarkan
Pelajaran membaca.
Pelajaran mengingat.
Pelajaran majas.
Bahwa losses adalah pleonasme daya listrik,
Manuver adalah Menyuarakan sajak di radio ttg pmt trip.
Pelajaran bermain voli, yg tak pernah berhasil menjadi ahli smas.
Smash yg selalu gagal.
Suatu kali harus
Terlelap pagi sebagai insomnia
Demi sebuah kebersamaan yang bernama PES2009
Bumi langit cahaya,
2010
Berlalu.
2011
Mas dodo,.
Pejalan kaki yang tabah
dan aku tau bahwa kau selalu hilang arah. Sebab itu, aku tak terlalu mampu mencintai alamatmu yang sering saja berubah.
Takut tersesat ke lain hati, seorang pemuda selalu membawa gps dalam setiap perjalanan hidupnya.
2015
Mas dodo
Mungkin sudah menjadi
Kembara atau nelayan.
Dilaut yg tenang atau bergelombang.
Pastinya
Nahkoda yg tangguh tidak lahir di laut yg tenang.
Selamat menempuh paragraf baru,
Di lembar yg baru.
Lanjutan dari dwilogi, trilogi,relikui atau apalah itu.
Kbm, 021015
Terimakasih teman :)
Subscribe to:
Posts (Atom)