Tuesday, August 13, 2019

Di Sudut

Di sudut
sebuah tempat yang tidak asing
penuh kepulan asap
minim cahaya dan redup

Di sudut
ku sesap sendiri kesendirian
terasa hangat
seperti secangkir kopi
yang mengepul

Di sudut
malam terlanjur dingin
cangkir membeku
jemu

kry, 130819

Anak Perempuan

:Hasna

Kami selalu membayangkan memiliki seorang
anak perempuan
Seorang gadis cantik bermata manik
yang kami harap namanya bermakna banyak kebaikan
Betapa kami akan menyayangi mu, nak
dengan penuh cinta dan sabar

Bunda mu selalu suka membayangkan
menyisir dan memasang pita pada rambut mu
yang hitam ikal
Seraya memanjatkan doa dan harapan kepada
Tuhan, supaya kelak engkau menjadi
pahlawan bagi kami
ketika kami telah letih dan tua
usia yang sudah beranjak senja

Menangislah nak!
Kami begitu ingin tau bagaimana suara merdu seorang
bayi perempuan
dan supaya malam hari kami tak lagi sepi karena nya
Mari kita tumbuh, nak
dan menjadi terang
yang tak menyilaukan

kry, 140819

Monday, August 5, 2019

Seperti Kertas

Bergalon-galon kafein telah meracuni
tengkukmu kemudian nyeri meruyak
ke sela seluruh kepalamu malam itu
mari sedikit berdamai dengan waktu,
kemudian berjalan kembali ke
sebuah ruang penuh bekas-bekas ingatan
yang telah berlalu

Kepak sayap kertas
kupu-kupu menyerbu malam yang tertidur pulas
Bagaimana lagi dapat kau temukan kantuk
dalam bimbang dan gamang yang meluas?
Dialun ketukan ritmis jam yang berdentang
cemas menyerbu dada mu
Perih. Terhantam debur galaksi
keheningan tak bertepi

Maaf, aku harus menyampaikan padamu
bahwa cinta seperti kertas
yang senantiasa terbakar, membara tanpa sebab yang jelas
Jadi kau sampaikanlah padanya
tentang hati yang legam. Terjerang cinta yang penuh bekas ingatan
serta ratapan

Kry, 030719

Thursday, January 17, 2019

Menemukan Titik

Tak mengapakah bila kita tak jua
menemukan titik di sepanjang cerita?
Padahal koma telah bosan
mondar mandir dari halaman ke halaman
dan ia selalu hampir terjatuh saat
bertemu tanda tanya besar
di ujung kalimat dekat rumahnya

Masih bisakah kau menemaniku berjalan
menyusuri cerita?
Mencari titik hingga habis usia
walaupun, mungkin, aku tak pernah benar-benar tahu
ke arah mana harus berlalu
dan halaman buku selalu suka menipu
dengan huruf-huruf serta alamat yang palsu

Di sela-sela paragraf aku akan selalu menyelipkan
kosakata rindu untukmu
supaya kau bisa selalu menemukan
pintu kayu tempat kita meletakkan janji
kepada bunga-bunga kertas
bahwa kita akan saling berpeluk
serta akan saling menemukan satu sama lain
sebelum titik terakhir terbubuh pada buku ini

kry, 120119

Tuesday, October 23, 2018

Cerita Sebelum Tidur

:archie

Mari membayangkan: sebuah perjalanan
kumpulkan perbekalan dan siapkan persenjataan
(walaupun hanya sebilah pisau cukur)
Kau tak gentar bila kita perlu melewati lebat hutan hujan, bukan?
atau ketika kita harus bertemu segerombolan serigala liar
dengan taring dan cakar mereka yang binal
Karena mereka hanya hidup pada malam hari saja
saat mereka terlantunkan pada cerita sebelum tidur mu
Mungkin dapat juga kau panggil kan kancil serta kura-kura
untuk menolong kita menemukan jalan
menyusuri lembah dan hutan

Mari membayangkan: sebuah perhentian
dari sebuah kembara yang jauh
selarik petualangan disebuah awal subuh
Kita tak terlelap sedikitpun,
supaya dapat mengingat seluruh peta dan arah yang telah kita tempuh
Sudah sedemikian panjang jejak kaki kita merengkuh
hening bumi
ingatlah setiap detil dan fragmen dari cerita sebelum tidur mu
Kau tak lupa merekam setiap lelucon yang kita lakukan bersama, bukan?
Sebab, suatu saat aku musti pergi meninggalkanmu
setelah selesai seluruh isi petualangan kita ini
pada sebuah perhentian terakhir dari perjalanan terakhir
nanti

Mari mimpi indah malam ini, nak!

kry, 231018

Saturday, July 28, 2018

Espresso

Dalam suhu yang telah mendidih
dan tak tertahan lagi
Kita tuangkan setakar air
ke dalam setakar malam
     Seketika itu pula kita mulai berpalun
     membelitkan hati yang gerun
     Lalu kita larut dalam subuh yang lain
     mengusir kantuk dalam dingin yang lain

sdj, 280718

Pukul Tujuh Pagi Lebih Lima Ratus Meter

Derap langkah kaki para prajurit
mungkin tak akan berhenti di tepi kota
Bayonet. Laras senapan. Degup jantung.
Klakson mobil. Kokok ayam jantan.
Aspal jalan raya berkertak menanggung
jejak-jejak para pendosa, yang tiba-tiba
berbelok pada pertigaan lima ratus meter
kemudian di depan ujung gang

Tunggu dan hitunglah, wahai pemeram amarah!
Lima menit lagi alarm pada telepon genggamku
akan berdering, berteriak nyaring
Lalu, tepat pada saat itu,
silahkanlah melepaskan tembakan peluru dari senapan mu
ke arah segala penjuru. Kota.
Saat ini tepat pukul tujuh pagi, dan udara telah bercampur
dengan aroma bubuk mesiu
Tumpat padat pada pori-pori gedung-gedung tua
Seperti penjaja kaki lima,
yang barusan saja menggelar dagangan nya
     Maukah engkau memesankan untukku
     secangkir kopi toraja?

Dalam kepulan asap yang tak henti-henti itu,
aku tak dapat membedakan antara;
aroma wangi kopi atau bubuk mesiu?
Mungkin saja di dalam mulutku kini tumbuh
sebuah lidah besi anti peluru
Dan kini aku tengah belajar mencecap
secangkir penuh kalimat palsu
yang mendidih menggelembung menghangatkan pagi
     Namun bagaimana caranya aku dapat
     mematahkan pepatah itu?
     Memang lidah tak bertulang bukan?

Pukul tujuh pagi lebih lima ratus meter
telah berapa lama aku terbangun

sdj, 280718