Thursday, December 18, 2025

Jendela Petang

Tak ada yang lebih bisu
dari secangkir teh
dalam genggam tanganmu

Malam bercahaya lembut
Mengetuk minta izin masuk
Agar meninggalkan bayang
tubuhmu sendiri sebagai teman

Tak ada yang lebih hening
dari gamang
yg dibisikkan ranting
di balik jendela petang

#matamalam

kry, 071225

Peristiwa

Pada pantai yg tenang
burung senja berhamburan
riuh mengepak bayang bulan
Di cakrawala, tahun menghilang

Aih! Siapa itu hendak kau jemput?
Tak ada perahu kayu menyambut
Hanya sekoci saja, terhempas samudra,
hendak mengabarkan perih peristiwa

#matamalam

kry, 131225

Wednesday, October 22, 2025

Tak Ketemu

Yang pecah
dan menggores
pada muka kaca
sebuah ruang kamar

Yang menyerpih

dan menyusup

pada segumpal darah

rongga dada


sesosok wajah tanpa nama

tersedu tertahan

menyembunyikan tawa


Ku biarkan ia menatap

lampu temaram yang terus berderak

cahaya yang berlarian

berdesak-desakan menyerbu

mata. Oh, jelaga? 


Yang terhempas

dan putus

pada dimensi

yang tak pernah ditemukan

jalan pulang


kry, 061025

Wednesday, September 11, 2024

Kunang-Kunang

tetaplah membuat terang
seluruh sisi ruang
dengan kerlip cahayamu 
binar kecil yang benderang

clp, 120924

Monday, August 19, 2024

Sirine

:Siren - Angel and Airwaves 

Lemah tertahan pada sebuah jendela
meletakkan kakiku pada ruang gelap pekat
Terdengar bunyi lirih,
bagai orang-orangan sawah yang sedih
Pada lorong sepi, 
seperti hantu tersesat
Pada ruang kamar ku melihat 
sekelebat bayangan 
Bulan
dari berkas cahaya lilin 
Pada pigura retak, terdampar seorang gadis kecil 
dengan bayang badannya terpantul di sudut kaca
       Aku mencintai matamu yang bulat lebar 
       Telah ku ketuk nya lewat pintu belakang
       Dan aku pun gemetar,
       seperti denting pisau 
       Berhati-hatilah dengan permintaan

Malam sepi sunyi pada pantai tepi barat
lalu seketika semilir angin bertiup 
ketika matahari terbit 
Kemudian dering telepon memekik seakan letupan senapan, 
bagai sirine menggema di bebatuan pantai 
Secarik pesan hanyut di liuk lekuk sungai 
sekotak paket yang tentu harus diantarkan 
Saat hari tenggelam, setelah senja menua
Aku pasti 'kan tiba di sana 
Kau pun pasti mengetahuinya 
       Aku mencintai matamu yang bulat lebar 
       Telah ku ketuk nya lewat pintu belakang
       Dan aku pun gemetar,
       seperti denting pisau 
       Berhati-hatilah dengan permintaan

Kulakukan ini semua sepanjang waktu 
ketika ku tak dapat terbangun dari mimpi buruk 
(dari waktu ke waktu)
Kulakukan ini semua sepanjang waktu
ketika tak mampu ku sampaikan maksudku
(dari waktu ke waktu)
Kulakukan ini semua sepanjang waktu
ketika ku suka memandangimu terlelap
(dari waktu ke waktu)
Kulakukan ini semua sepanjang waktu
ketika ku sering memikirkan mu saat bersamaku
(dari waktu ke waktu)

kry, 190824

Friday, August 16, 2024

Gelap Terang

Di atas kepalaku burung-burung menyalakan kerlip lampu
berupaya mewarnai awan agar tak kelabu 
meskipun sebenarnya hari telah terang 
serta udara dipenuhi oleh percakapan 
suara-suara berisik dari kaum mati

Seketika dingin turun 
menghambur dari pucuk ufuk cakrawala 
Kemudian menyelimuti dataran 
di mana rumputan, manusia serta aspal jalan 
menggelar upacara sakral bagi tanah kelahiran mereka

Aku tak mau berdiam di tempat ini terlalu lama 
hanya supaya tak terkutuk oleh dingin 
yang perlahan menutupi kedua mataku 
hingga gelap hadir kembali seperti malam 
sedang aku tak dapat terlelap 

Burung-burung telah terbang, 
seiring dengan itu kerlip lampu padam

Namun walau bagaimanapun,
gelap dan terang,
adalah sebuah pengharapan 
Aku harus segera pulang

kry, 170824

Tuesday, July 16, 2024

Lagu Sepi

*bunda, archie, hasna

Keletihan dari perjuangan menahan kantuk sepanjang malam adalah sebuah kerinduan bagi pertemuan. Sungguh telah terbiasa raga jiwa untuk menetap dan berbagi seluruh hari bersama-sama, serta saling memberikan tenang. Betapa tak mudah untuk menjadi sendiri tanpa kehadiran kalian, para penjaga nafas hidupku. 

Hidup terasa asing, angin malam menghembus lebih dingin. Dan kudapati diriku tertahan dalam kegelapan tanpa teman. Harus kuhadapi sendiri kelam ruang kamar agar dapat terlelap barang sebentar saja. Aku merindukan pelukan-pelukan kecil yang menghangatkan milik kalian. Dengkur tidur pembawa kantuk dalam arus mimpi ikan-ikan. Mari menyelaminya bersama agar kita tak terhanyut tenggelam.

Aku merindukan kalian, penawar segala lelah dari bising berisik bumi seharian. Kita akan bertemu sebentar lagi, pada esok akhir pekan. 
Kemudian buku-buku tubuhmu semua akan kurengkuh dan tak pernah kulepaskan.

kry, 170724