Tuesday, February 20, 2024

Bersauh

Ku sandarkan seluruh sauh kepada Pemilik Lautan, agar meskipun badai belum jua reda, aku bakal tetap mampu bertahan pada geladak yang harus terus ku jaga. Hempasan dan sapuan gelombang terus menghantam lambung kapal, mengirim bergalon-liter air samudera menggenangi tempat ku dan seluruh penghuni kapal kini berdiri. Kami terus ikhlas dalam gempuran ombak ini.

Pada geladak kapal tersebut seluruh harapan tertanam, bagai biji pohon Cemara, tumbuh kuncup dalam deru mendung yang gelap bertahun-tahun. Namun selalu ku jaga dia agar mampu membesar menjulang hingga menggapai ujung tiang bendera (yang kini patah pucuknya). 

Kemudian ku pandang lagi seluruh muka penghuni kapal ini: begitu lelah dan sayu seperti tak cukup tidur, terus menerus terjaga dan mengucap doa-doa baik supaya badai ini segera berhenti. Mereka pun memandangiku: muka kapten kapal yang tak lebih sayu dan mengantuk, berusaha merengkuh erat mereka semua dalam sebuah peluk sepanjang malam.

Sebuah hangat pelukan. Sebuah harapan yang tak berhenti ku panjatkan: semoga kelak kapal kami dapat kembali berlayar ke cakrawala di kejauhan.

kry, 210224

Wednesday, February 7, 2024

Menempuh Badai

Kita sedang berlayar menembus badai
diterpa angin kencang yang dapat merobohkan tiang-tiang kapal
diterjang ombak besar yang menghantam dan melemahkan hati kita
hingga membuat kita ragu tentang bagaimana caranya untuk bertahan

Namun,
titik kecil terang masih terlihat di ufuk kejauhan
cakrawala yang kita nantikan pada ujung senja
tepat di mana pelayaran kita arahkan

Kita masih memiliki harapan
dan masih saling percaya
bahwa kita pasti dapat bertahan melalui seluruh badai hitam
lalu melanjutkan perjalanan panjang kita
menuju sebuah tempat yang indah dan bahagia
dermaga abadi akhir pelayaran bahtera kita

kry, 070224

Thursday, September 21, 2023

Menikmati Bulan Sabit

Bagi bulan
ia lebih memilih dipetik saat tiba malam
ketika telah ranum dan matang
sebab sejatinya ia lebih penyendiri

seperti seorang pelaut
mabuk oleh galaksi dan bintang-bintang yang jauh
terlalu letih dan bosan 
menunggu semalam suntuk
ia mencoba ngumpet di meja makan
sebuah jamuan
daripada berada pada riuh langit

Bersama sepotong dada gemuk angsa panggang
kini ia berhadap-hadapan
angsa yang sama 
yang selalu mengunjunginya di cakrawala
Sialan!
Masih sempat saja pucuk sabit nya 
menggores luka pada langit mulutku
ketika ku kunyah ia

clp, 210923

Monday, June 19, 2023

Maghrib Bagi Belalang

Ia terus berupaya menyusuri setapak berliku tersebut sendiri, meskipun rembang senja semakin terlihat rapuh di ufuk hari. Betapa lama malam sudah berlalu sejak ia di tahniah oleh kaum rumput serta batu-batu. Mampukah sesuatu menyelamatkannya dari keterasingan selain sehelai daun bunga kertas itu? Lengkung matahari pun sebenarnya telah membuatnya sangat kesulitan dan hanya kepada bayang-bayang badannya saja ia sanggup mengaduh: "Demikian juga lah tungkai kakimu harus kau bebaskan, bagi kupu-kupu bersayap hujan". Kini perhatikanlah, gambar besar dengan warna-warna terang ini, bacalah sebagai kidung agung pengantar tidur. Sebab, tak akan selamanya perjalanan tergores sebaris luka di persimpangan. 

kry, 190623

Wednesday, June 14, 2023

Sebuah Pagi

Namun sebuah pagi,
akan menjadi hari lain
saat aku harus menyeberang jembatan,
lengkung keheningan bagi langkah-langkah sepi
dimana mata kita akan bertemu
dan saling berdekap
dalam keterasingan

     Kemudian aku akan entah,
     menjelma seekor kumbang
     atau perahu kayu
     dalam kuburan bangkai-bangkai kapal karam

Mungkin bumi akan dihujani
oleh ribuan rintik-rintik embun
yang diam-diam mengecup atap-atap rumah
serta jendela kaca
Ketika ku bubuhkan sebuah tanda
bagi sebuah pertanyaan

     Akankah pagi menjadi hari yang lain,
     bagi perjalanan sebuah pengembaraan?
     Dimana lagi kita akan bertemu,
     selain pada ruang-ruang rindu?

Sepi kian kencang menghentak
pada daun-daun yang terhuyung oleh angin
Sebuah pagi telah menjadi hari yang matang
dan akar-akar pohon menjelma malam

clp, 140623

Thursday, April 27, 2023

Telimpuh

Hati yang telimpuh
telah tak mampu menahan beban debar ombak
semakin rapuh 
karam pada deras angin penuh garam
lalu luruh pada tengah malam

Oh mata!
betapa pedih ia menceritakan luka
melalui air mata

clp, 270423

Friday, December 9, 2022

Angsa Hitam

Entah sesiapa lagi akan memburu jantung nya yang
merah terang menyala
serupa jubah yang digelar bagi licin punggung putra mahkota
sebab hanya dengan sekelebat kibas pisau dapur itu
maka daging dadanya akan berakhir pada meja makan
sebuah jamuan

Dari balik matanya yang bulat besar
keluar musim gugur dari seluruh pepohonan
di bagian bumi selatan
tempat yang diingatnya untuk selalu kembali berenang 
menyusuri rumah yang ditinggalkan
Baginya seluruh kenangan bertumpu dibawah
selaput kedua kaki 
karena ia tak pernah sanggup berdusta
atau mencoba mengingkari janji pada cangkang telur
untuk menetaskan sungai
di cakrawala

Dia tak pernah berkeluh
perihal bulu nya yang pekat hitam
menjadi simbol bagi sebuah ketidakpastian
Dan yang dia harapkan dari segala yang diharapkan
oleh kaumnya
bukanlah sebentuk kegagalan 
sebab lebat bulu hitamnya bukanlah warna kehinaan semata
melainkan kearifan yang akan dia jaga hingga senja
menjumpainya di ufuk barat

Dia akan senantiasa menunggu
serta menjaga seluruh perasaan haru
agar tetap dapat mengitari danau hijau
tempatnya meradu saat ini
Juga demi penantian panjang
akan kerinduan yang tak tersampaikan
pada keluasan perjalanan dan rumah
Keheningan semesta yang melahirkan embun dan pagi baginya

pwt, 101222