Friday, August 28, 2026

Di Ujung Jalan

Hari ini air langit turun ke daratan
Mungkin untuk membasuh seluruh dosa
Serta menumbuhkan biji-biji harapan
Bagi setiap bentuk putus asa

Kepada cuaca dan mendung gelap:
Akan selalu ada seseorang yang meratap
Mengikatkan sehelai kain pada matanya
Untuk menghindari segala bentuk cahaya

Tetapi cahaya sebenarnya telah sirna
Bahkan sebelum matahari sempat menyelinap 
ke barat cakrawala
Arakan awan hujan menutup langit sepenuhnya
Lalu menebarkan kantuk yang tak bulat sempurna

Kepada cuaca dan mendung gelap
Selalu saja ada yang mengharap
Entah beruang, atau ular, atau burung gagak
Tak akan berjumpa angin sendu berderak

Ujung petang adalah kereta pulang
Sebuah dentang pengharapan
Di ujung jalan

clp, 28082026

Thursday, December 18, 2025

Jendela Petang

Tak ada yang lebih bisu
dari secangkir teh
dalam genggam tanganmu

Malam bercahaya lembut
Mengetuk minta izin masuk
Agar meninggalkan bayang
tubuhmu sendiri sebagai teman

Tak ada yang lebih hening
dari gamang
yg dibisikkan ranting
di balik jendela petang

#matamalam

kry, 071225

Peristiwa

Pada pantai yg tenang
burung senja berhamburan
riuh mengepak bayang bulan
Di cakrawala, tahun menghilang

Aih! Siapa itu hendak kau jemput?
Tak ada perahu kayu menyambut
Hanya sekoci saja, terhempas samudra,
hendak mengabarkan perih peristiwa

#matamalam

kry, 131225

Wednesday, October 22, 2025

Tak Ketemu

Yang pecah
dan menggores
pada muka kaca
sebuah ruang kamar

Yang menyerpih

dan menyusup

pada segumpal darah

rongga dada


sesosok wajah tanpa nama

tersedu tertahan

menyembunyikan tawa


Ku biarkan ia menatap

lampu temaram yang terus berderak

cahaya yang berlarian

berdesak-desakan menyerbu

mata. Oh, jelaga? 


Yang terhempas

dan putus

pada dimensi

yang tak pernah ditemukan

jalan pulang


kry, 061025

Wednesday, September 11, 2024

Kunang-Kunang

tetaplah membuat terang
seluruh sisi ruang
dengan kerlip cahayamu 
binar kecil yang benderang

clp, 120924

Monday, August 19, 2024

Sirine

:Siren - Angel and Airwaves 

Lemah tertahan pada sebuah jendela
meletakkan kakiku pada ruang gelap pekat
Terdengar bunyi lirih,
bagai orang-orangan sawah yang sedih
Pada lorong sepi, 
seperti hantu tersesat
Pada ruang kamar ku melihat 
sekelebat bayangan 
Bulan
dari berkas cahaya lilin 
Pada pigura retak, terdampar seorang gadis kecil 
dengan bayang badannya terpantul di sudut kaca
       Aku mencintai matamu yang bulat lebar 
       Telah ku ketuk nya lewat pintu belakang
       Dan aku pun gemetar,
       seperti denting pisau 
       Berhati-hatilah dengan permintaan

Malam sepi sunyi pada pantai tepi barat
lalu seketika semilir angin bertiup 
ketika matahari terbit 
Kemudian dering telepon memekik seakan letupan senapan, 
bagai sirine menggema di bebatuan pantai 
Secarik pesan hanyut di liuk lekuk sungai 
sekotak paket yang tentu harus diantarkan 
Saat hari tenggelam, setelah senja menua
Aku pasti 'kan tiba di sana 
Kau pun pasti mengetahuinya 
       Aku mencintai matamu yang bulat lebar 
       Telah ku ketuk nya lewat pintu belakang
       Dan aku pun gemetar,
       seperti denting pisau 
       Berhati-hatilah dengan permintaan

Kulakukan ini semua sepanjang waktu 
ketika ku tak dapat terbangun dari mimpi buruk 
(dari waktu ke waktu)
Kulakukan ini semua sepanjang waktu
ketika tak mampu ku sampaikan maksudku
(dari waktu ke waktu)
Kulakukan ini semua sepanjang waktu
ketika ku suka memandangimu terlelap
(dari waktu ke waktu)
Kulakukan ini semua sepanjang waktu
ketika ku sering memikirkan mu saat bersamaku
(dari waktu ke waktu)

kry, 190824

Friday, August 16, 2024

Gelap Terang

Di atas kepalaku burung-burung menyalakan kerlip lampu
berupaya mewarnai awan agar tak kelabu 
meskipun sebenarnya hari telah terang 
serta udara dipenuhi oleh percakapan 
suara-suara berisik dari kaum mati

Seketika dingin turun 
menghambur dari pucuk ufuk cakrawala 
Kemudian menyelimuti dataran 
di mana rumputan, manusia serta aspal jalan 
menggelar upacara sakral bagi tanah kelahiran mereka

Aku tak mau berdiam di tempat ini terlalu lama 
hanya supaya tak terkutuk oleh dingin 
yang perlahan menutupi kedua mataku 
hingga gelap hadir kembali seperti malam 
sedang aku tak dapat terlelap 

Burung-burung telah terbang, 
seiring dengan itu kerlip lampu padam

Namun walau bagaimanapun,
gelap dan terang,
adalah sebuah pengharapan 
Aku harus segera pulang

kry, 170824

Tuesday, July 16, 2024

Lagu Sepi

*bunda, archie, hasna

Keletihan dari perjuangan menahan kantuk sepanjang malam adalah sebuah kerinduan bagi pertemuan. Sungguh telah terbiasa raga jiwa untuk menetap dan berbagi seluruh hari bersama-sama, serta saling memberikan tenang. Betapa tak mudah untuk menjadi sendiri tanpa kehadiran kalian, para penjaga nafas hidupku. 

Hidup terasa asing, angin malam menghembus lebih dingin. Dan kudapati diriku tertahan dalam kegelapan tanpa teman. Harus kuhadapi sendiri kelam ruang kamar agar dapat terlelap barang sebentar saja. Aku merindukan pelukan-pelukan kecil yang menghangatkan milik kalian. Dengkur tidur pembawa kantuk dalam arus mimpi ikan-ikan. Mari menyelaminya bersama agar kita tak terhanyut tenggelam.

Aku merindukan kalian, penawar segala lelah dari bising berisik bumi seharian. Kita akan bertemu sebentar lagi, pada esok akhir pekan. 
Kemudian buku-buku tubuhmu semua akan kurengkuh dan tak pernah kulepaskan.

kry, 170724

Monday, February 26, 2024

Bahagia

Bahagia diciptakan hanya bagi mereka yang mampu terus bertahan menahan pedih kesedihan. Dalam sebuah perjalanan akan kita temukan, entah pada halaman ke berapa ataupun pada bab apa, kerikil tajam batu besar kilat badai petir pasti akan datang dan menghadang. Kemudian merubah hari yang indah seketika menjadi kelam. Namun kita tak pernah takut serta mudah menyerah, sebab kita tahu bahwa kita telah saling memiliki dan saling menguatkan. 

Kita telah melewati segala rintangan bersama. Kita telah melalui jalan yang panjang dengan saling berpegangan tangan. Tetaplah berada pada sisiku dan teruslah percaya, bahwa bahagia memang telah diciptakan oleh Allah bagi kita.

kry, 260224

Tuesday, February 20, 2024

Bersauh

Ku sandarkan seluruh sauh kepada Pemilik Lautan, agar meskipun badai belum jua reda, aku bakal tetap mampu bertahan pada geladak yang harus terus ku jaga. Hempasan dan sapuan gelombang terus menghantam lambung kapal, mengirim bergalon-liter air samudera menggenangi tempat ku dan seluruh penghuni kapal kini berdiri. Kami terus ikhlas dalam gempuran ombak ini.

Pada geladak kapal tersebut seluruh harapan tertanam, bagai biji pohon Cemara, tumbuh kuncup dalam deru mendung yang gelap bertahun-tahun. Namun selalu ku jaga dia agar mampu membesar menjulang hingga menggapai ujung tiang bendera (yang kini patah pucuknya). 

Kemudian ku pandang lagi seluruh muka penghuni kapal ini: begitu lelah dan sayu seperti tak cukup tidur, terus menerus terjaga dan mengucap doa-doa baik supaya badai ini segera berhenti. Mereka pun memandangiku: muka kapten kapal yang tak lebih sayu dan mengantuk, berusaha merengkuh erat mereka semua dalam sebuah peluk sepanjang malam.

Sebuah hangat pelukan. Sebuah harapan yang tak berhenti ku panjatkan: semoga kelak kapal kami dapat kembali berlayar ke cakrawala di kejauhan.

kry, 210224

Wednesday, February 7, 2024

Menempuh Badai

Kita sedang berlayar menembus badai
diterpa angin kencang yang dapat merobohkan tiang-tiang kapal
diterjang ombak besar yang menghantam dan melemahkan hati kita
hingga membuat kita ragu tentang bagaimana caranya untuk bertahan

Namun,
titik kecil terang masih terlihat di ufuk kejauhan
cakrawala yang kita nantikan pada ujung senja
tepat di mana pelayaran kita arahkan

Kita masih memiliki harapan
dan masih saling percaya
bahwa kita pasti dapat bertahan melalui seluruh badai hitam
lalu melanjutkan perjalanan panjang kita
menuju sebuah tempat yang indah dan bahagia
dermaga abadi akhir pelayaran bahtera kita

kry, 070224

Thursday, September 21, 2023

Menikmati Bulan Sabit

Bagi bulan
ia lebih memilih dipetik saat tiba malam
ketika telah ranum dan matang
sebab sejatinya ia lebih penyendiri

seperti seorang pelaut
mabuk oleh galaksi dan bintang-bintang yang jauh
terlalu letih dan bosan 
menunggu semalam suntuk
ia mencoba ngumpet di meja makan
sebuah jamuan
daripada berada pada riuh langit

Bersama sepotong dada gemuk angsa panggang
kini ia berhadap-hadapan
angsa yang sama 
yang selalu mengunjunginya di cakrawala
Sialan!
Masih sempat saja pucuk sabit nya 
menggores luka pada langit mulutku
ketika ku kunyah ia

clp, 210923

Monday, June 19, 2023

Maghrib Bagi Belalang

Ia terus berupaya menyusuri setapak berliku tersebut sendiri, meskipun rembang senja semakin terlihat rapuh di ufuk hari. Betapa lama malam sudah berlalu sejak ia di tahniah oleh kaum rumput serta batu-batu. Mampukah sesuatu menyelamatkannya dari keterasingan selain sehelai daun bunga kertas itu? Lengkung matahari pun sebenarnya telah membuatnya sangat kesulitan dan hanya kepada bayang-bayang badannya saja ia sanggup mengaduh: "Demikian juga lah tungkai kakimu harus kau bebaskan, bagi kupu-kupu bersayap hujan". Kini perhatikanlah, gambar besar dengan warna-warna terang ini, bacalah sebagai kidung agung pengantar tidur. Sebab, tak akan selamanya perjalanan tergores sebaris luka di persimpangan. 

kry, 190623

Wednesday, June 14, 2023

Sebuah Pagi

Namun sebuah pagi,
akan menjadi hari lain
saat aku harus menyeberang jembatan,
lengkung keheningan bagi langkah-langkah sepi
dimana mata kita akan bertemu
dan saling berdekap
dalam keterasingan

     Kemudian aku akan entah,
     menjelma seekor kumbang
     atau perahu kayu
     dalam kuburan bangkai-bangkai kapal karam

Mungkin bumi akan dihujani
oleh ribuan rintik-rintik embun
yang diam-diam mengecup atap-atap rumah
serta jendela kaca
Ketika ku bubuhkan sebuah tanda
bagi sebuah pertanyaan

     Akankah pagi menjadi hari yang lain,
     bagi perjalanan sebuah pengembaraan?
     Dimana lagi kita akan bertemu,
     selain pada ruang-ruang rindu?

Sepi kian kencang menghentak
pada daun-daun yang terhuyung oleh angin
Sebuah pagi telah menjadi hari yang matang
dan akar-akar pohon menjelma malam

clp, 140623

Thursday, April 27, 2023

Telimpuh

Hati yang telimpuh
telah tak mampu menahan beban debar ombak
semakin rapuh 
karam pada deras angin penuh garam
lalu luruh pada tengah malam

Oh mata!
betapa pedih ia menceritakan luka
melalui air mata

clp, 270423

Friday, December 9, 2022

Angsa Hitam

Entah sesiapa lagi akan memburu jantung nya yang
merah terang menyala
serupa jubah yang digelar bagi licin punggung putra mahkota
sebab hanya dengan sekelebat kibas pisau dapur itu
maka daging dadanya akan berakhir pada meja makan
sebuah jamuan

Dari balik matanya yang bulat besar
keluar musim gugur dari seluruh pepohonan
di bagian bumi selatan
tempat yang diingatnya untuk selalu kembali berenang 
menyusuri rumah yang ditinggalkan
Baginya seluruh kenangan bertumpu dibawah
selaput kedua kaki 
karena ia tak pernah sanggup berdusta
atau mencoba mengingkari janji pada cangkang telur
untuk menetaskan sungai
di cakrawala

Dia tak pernah berkeluh
perihal bulu nya yang pekat hitam
menjadi simbol bagi sebuah ketidakpastian
Dan yang dia harapkan dari segala yang diharapkan
oleh kaumnya
bukanlah sebentuk kegagalan 
sebab lebat bulu hitamnya bukanlah warna kehinaan semata
melainkan kearifan yang akan dia jaga hingga senja
menjumpainya di ufuk barat

Dia akan senantiasa menunggu
serta menjaga seluruh perasaan haru
agar tetap dapat mengitari danau hijau
tempatnya meradu saat ini
Juga demi penantian panjang
akan kerinduan yang tak tersampaikan
pada keluasan perjalanan dan rumah
Keheningan semesta yang melahirkan embun dan pagi baginya

pwt, 101222

Monday, April 11, 2022

Relung

Selain ruang-ruang dan kamar
tercipta pula pintu serta almari besi
dengan kunci gembok hitam
pada dada ahasveros

Pada kedalamannya 
sebuah batu pekat tertimbun
menghijau penuh lumut,
batu amber dari sejarah yang panjang
tentang kutukan ruang kamar

Maka,
galilah lebih dalam!
hingga dapat terlihat batu itu bercahaya
dan akan kau temui batang kunci
yang telah lama menghilang

Namun apa yang akan terjadi
setelah seluruh pintu serta almari itu terbuka?

kry, 110422

Thursday, March 24, 2022

Dimana

Ketakutan terpendam
serta menjadi kerak pada cangkang
bagai kehampaan maha
kehampaan yang tak tepermanai
dan bakal terbawa ke masa depan yang jauh

Masa depan diserbu ribuan butir pertanyaan
namun jawaban tetap tak terbantun
terhimpun disebuah tempat 
dimana?

*

Dimanapun
langit akan tetap memberikan jubah bagi gunung,
halaman serta sungai-sungai
Seperti pelukan pengharapan
yang mengusir kantuk seluruh anak-anak
dalam bulatan lingkaran kelopak mata
mereka

Hingga suatu saat
ketakutan ku bakal menjadi virga
lesap pada sejuk udara
pada sebuah dimana 

kry, 240322

Tuesday, March 22, 2022

Sebelum Gelap

Tepat sebelum sore
angin berderak lembut
serta mendung berkumpul
udara bertiup sehembus-sehembus
membawa dingin ke lambung kota

Tepat dimana hari akan luruh
gelap telah mengetuk pintu
serta lampu menara kembali menyala
mengerlipkan sinar dan sinyal
ke arah hening jantung kota

Hujan kemudian luruh
dari luar jendela 
ke dalam malam yang jauh
daun mencipta semesta

kry, 220322

Tuesday, November 30, 2021

Hitam Putih

:Archie

Apakah hitam sebuah warna?
seperti merah kuning yang kita kenal pada senja
ataupun biru abu pada ujung cakrawala
mengapa ombak itu begitu berbuih putih?
menghambur membasahi senyawa-senyawa pasir
seperti hari-hari yang luruh dalam hijau
begitu berkilau

Apakah putih tak berwarna?
seperti jejak kaki anak kecil yang berlarian
sebentar saja tersapu ombak
mengapa pohon tinggi menebarkan jingga?
menerbangkan kehidupan dan warna hitam
sebuah warna tentang kegelapan
begitu legam

Apakah masa depan mempunyai warna?
mari kita warnai dengan berbagai cerita
seperti hitam dan putih

Kry, 301121

Primary Color by Pelicans Fans Club